Bank Informasi

Twitter dan facebook

Buku tamu

Recently Commented

Recently Added

share samping

Video

MOST RECENT

Yahoo chat

Album

Blog Archive

    • Latest Stories

      What is new?

    • Comments

      What They says?

Prinsip Islam dalam Penyebaran Informasi pada Information Society (Masyarakat Informasi)

Prinsip Islam dalam Penyebaran Informasi pada Information Society (Masyarakat Informasi)

http://zamrishabib.wordpress.com
Oleh H. Zamris Habib *)
1. Pendahuluan
Kelahiran era baru dalam dunia informasi telah merubah pola komunikasi masyarakat, hal ini disebabkan oleh penemuan baru di bidang teknologi komuniakasi. Tehrenian (1982) mengemukakan dalam beberapa dekade terakhir ini ada tiga kekuatan, yaitu kekuatan teknologis, socio ekonomis, dan politik, yang telah mengubah struktur sistem internasional ketingkat tertentu. Kekuatan atau eksploitasi teknologis bergerak cepat di lapangan komunikasi dimana revolusi dalam bidang satelit komunikasi dan teknik microprocessor mencerminkan dua illustrasi yangpaling dramatis, yang mempunyai akses komunikasi dunia yang universal dan disesuaikan dengan keperluan pribadi atau personalized (Dordick, et al, 1981). Teknologi Komunikasi mutaakhir telah menciptakan apa yang disebut “publik dunia” (Doviat, 1967). Bersamaan dengan perkembangan teknologi komunikasi ini, meningkat pula kecemasan tentang efek media massa terhadap masyarakat (khalayak). Doviat mengingatkan tentang kemungkinan dikontrolnya media massa untuk kepentingganya sendiri. Apalagi revolusi ketiga dalam dalam dunia komunikasi ditandai dengan the invention of computer ushered in The Third Communication Revolution (Computer technology wich processes and transmite information much more effecienly than mechanical devices, is driving the majority of change affecting today’s media). Perkembangan dalam dunia komunikasi dan informasi telah membawa kita ke dunia global dan menjadikan masyarakat secara terus menerus diterpa (exposure) oleh media sehingga terciptalah masyarakat informasi (information society)
2. Masyarakat Informasi (Information Society)
1) Globalisasi
Konvergensi perusahaan media juga melahirkan grup media yang dapat memanfaatkan penyebaran berita dalam membentuk opini untuk disebarkan ke berbagai jenis media yang berbeda di bawah naungan grupnya. Sebuah grup MNC di bidangmedia seperti CNN, atau MNC di Indonesia, misalnya menaungi beberapa media TV, radio, surat kabar, internet dll. Melalui media massa dapat membentuk realitas kehidupan masyarakat sejalan dengan kapitalis neo liberalism. Di era globaisasi saat ini media massa mempunyai peranan penting dalam membentuk pola hidup masyarakat. Media massa berlomba-lomba menyuguhkan acara atau pemberitaan tertentu yang dapat menarik minat khalayak, sesuai dengan fungsi media massa sebagai media informasi, media pendidikan dan hiburan. Bahkan dewasa ini media massa dikategorikan sebagai The Third Power (kekuatan/kekuasaan ke tiga) setelah money (uang) dan power (kekuasaan) itu sendiri. Dengan demikian para penguasa ekonomi (baca konglomerat) dan penguasa negara berlomba-lomba untuk mendirikan media atau membeli perusahaan media yang ada. Pencitraan (image) telah menjadi mode bagi kalangan politisi dewasa ini, lihat dalam kampanye calon legislatif dan calon presiden telah memanfaatkan media massa dalam kampanye mereka. Shirly Biagy (1995) menyatakan bahwa dana kampanye banyak dihabiskan melalui media massa terutama televisi.”The rising cost of national political campaigns is directly connected to the expence of television advertising. TV is very efficient way to reach large numbers of people quickly, but campaigning for television also distances the candidates from direct public contact.
Sebagai salah satu varian dari kapitalisme adalah neo liberalism yang merupakan bentuk modern liberalisme klasik dengan tiga ide utamanya, yaitu pasar bebas, peran negara yang terbatas, dan individualism (Adams, 2004). Implikasi dari perpaduan ideologi pasar bebas memarginalkan peran negara dan mengutamakan tanggungjawab individu. Dalam skala global dengan dikuasainya perusahaan media oleh penguasa dan konglomerat yang banyak dimiliki oleh negara-negara maju, negara-negara super power dan Eropa akan mendominasi sumber informasi dan dapat menekan negara-negara lain di bidang ekonomi, militer, politik dan budaya. Dunia ke tiga atau negara-negara miskin dengan terpaksa tunduk serta tidak berdaya dalam menghadapi rekayasa informasi yang sering menyudutkan negara-negara berkembang. Selanjutnya dengan diperkecilnya peran negara maka peran masyarakat dan media massa akan semakin besar dan bahkan menjadi pilar demokrasi. Terbentuknya masyarakat informasi adalah sebuah kenicayaan di era informasi yang sangat terbuka ini, seperti dikatakan Mc Luchan bahwa dunia sekarang sudah menajadi “desa global” (global village) di mana tidak ada lagi suatu peristiwa yang terjadi di penjuru dunia yang tidak diketahui oleh masyarakat di belahan dunia lain pada saat terjadinya (real time). Pengaruh globalisasi tersebut akan sangat mempengaruhi lembaga pemerintah, lembaga politik, budaya dan life style masyarakat.
2) Perkembangan Teknologi Komunikasi
Hakikat teknologi adalah the systemaric application of scientific or other kowledge to pratical task (Galbraith). Selanjutnya perkembangan teknologi komunikasi secara langsung telah memberikan efek terhadap perkembangan masyarakat. Sardar mengatakan bahwa dulu bangsa-bangsa berjuang menguasai wilayah atau berjuang untuk kemerdekaan wilayahnya, sekarang orang mulai berjuang untuk menguasai “bidang baru” yaitu informasi agar tidak dikendalikan oleh yang menguasai informasi. Penguasaan informasi harus dimulai dengan penguasaan dan pengendalian terhadap perkembangan teknologi komunikasi dan informasi itu sendiri. Ciri-ciri dari perkembangan teknologi komunikasi dan informasi (ICT, information and commnication technogy) dewasa ini ditandai dengan 1) The Rise of Internet, munculnya Web dengan information super high way. 2) Convergencing Industries, munculnya industri digital yang mengglobal, dan 3).Convergecing Technologies, seperti CD digital, TV transmitte in digital format, telpon seluler dll. (Kemunculan TV digital di Indonesia yang diresmikan oleh Presiden RI pada hari kebangkitan Nasional 20 Mei 2009, oleh presiden dinyatakan sebagai revolusi ketiga di bidang informasi di Indonesia. Revolusi pertama ditandai dengan munculnya TV RI yang diresmikan oleh Presiden Soekarno tahun 1964, dan revolusi ke dua ditandai dengan peluncuran Satelit Palapa tahun 1976 oleh Presiden Soeharto). Satelit Komunikasi yang ditahun 1945 baru merupakan gagasan yang ditulis oleh Athur C. Clark dalam majalah Wireless World edisi Oktober 1945 dapat diwujudkan oleh Jhon R Piere dari Bell Laboratories dengan didemontrasikannya kelayakan komunikasi ruang angkasa dengan satelit ECHO dan Telstar. Bahkan Satelit Komunikasi, digital recording dan Internet adalah contoh dari Revolusi Ketiga Informasi di dunia.
Kemunculan internet telah mempermudah komunikasi dan penyaluran informasi ke seluruh dunia, teknologi Wolrd Wide Web sebagai multimedia portions, dengan HTMLnya dapat membuat halaman-halaman web. Teknologi Satelit (dimana Indonesia, 1976 adalah negara kedua waktu itu setelah Canada yang memiliki satelit komunikasi) telah melahirkan siaran TV-DBS (direct broadcating system) dan dilengkapi dengan kemunculan kabel optik yang bisa menyalurkan informasi dalam jumlah besar dan cepat, information super highway.
Perkembangan ICT tersebut diatas tidak saja mempengaruhi media Internet dan TV, tetapi juga memasuki dunia industri media,seperti media cetak, radio dan munculnya New Multimedia .
• Media cetak seperti buku, majalah dan surat kabar. Trend teknologi di bidang media cetak ditandai dengan penggunaan bahasa digital (digitizing, making an image computer readable as with scaner), deskop publishing is the composition, seperti tata letak (lay out) dan mencetak dengan menggunakan dikendalikan oleh PC (Personal Computer), juga publishing (penyebaran dan pendistribuasian informasi melalui internet dan CD, serta teknologi komputer telah merubah cara mempublish (menerbitakan) buku, majalah dan surat kabar, bahkan mempercepat proses cetak, seperti cetak jarak jauh dengan biaya yang lebih murah. Surat Kabar yang terbit di Jakarta seperti Republika, Kompas dll. Juga dicetak di Makassar dan Medan dengan teknologi cetak jarak jauh, sehingga masyarakat di dua kota tersebut sudah dapat membaca surat kabar di pagi hari seperti orang Jakarta.
• Radio, yang sejak tahun 1940an telah menjadi kekuatan budaya dan politik, menjadi lebih signifikan perkembangannya dengan ditemukannya gelombang FM oleh Edwin Amstrong. Dewasa ini media radio audiensnya telah tersegmentasi seperti media lain. Siaran radio digital dan radio satelit telah menawarkan pilihan-pilihan bagi pendengar. Dengan demikian persaingan industri radio semakin ketat dan telah meningkatkan perkembangan dunia industri radio dewasa ini.
• Munculnya New Multimedia, suatu konvergensi dari televisi, telepon, computer, data base dan delevery system. Misalnya, sebuah Note Book yang tersambung dengan internet dengan ukuran layan 8 inch Anda dapat menikmati siaran TV manca negara sambil menunggu pesawat di airport, dapat mengirim dan menerima email dan telepon, melihat data perkembangan perusahaan dan mengevaluasi serta dapat mengambil keputusan di mana dan kapan saja, dengan kemunculan New Multimedia hambatan waktu dan tempat tidak lagi menjadi masalah.
3) Dampak dari perkembangan teknologi komunikasi atau globalisasi.
Terdapat tiga ketimpangan yg mencolok :
a. Porsi pengeluaran Negara-negara2 berkembang sekitar 3 % dan hanya memiliki 13 % dari seluruh ilmuan yg ada di dunia dan bertumpuk di India, Brazil, Argentina dan Mexico
b. Negara-negara berkembang harus meningkatkan porsi untuk pengeluaran bidang industry dari 7 % menjadi 25 %. Tahun 1980 hanya 9 %
c. Nilai peralatan pengolahan data, diperkirakan AS, Jepang dan Eropa Barat mencapai 83 % dari seluruhan dunia (1978). 17 % dimiliki bersama dan th 1988 meningkat 20 %
Di samping itu otomasi besar-besaran akan menyebabkan pengangguran, contoh sebuah computer bisa menyebabkan ribuan orang tak lagi dibutuhkan, dan juga menimbulkan dilemma-dilemma moral lainnya . Dari sini disadari betapa besarnya peranan pendidikan dan ilmu pengetahuan, sebab “the knowledge gap hypothesis posits that the “information-rich” benefit more from exposure to communications media than the “information-poor” Hal tersebut akibat dari perbedaan tingkat pendididkan, akses terhadap sumber informasi seperti perpustakaan dan computer rumah yang tersambung dengan internet merupakan suatu keniscayaan di era informasi
Dalam menghadapi informasi melalui media massa yang perlu mendapatkan perhatian adalah di mana sementara orang kurang nyaman untuk mencari penyelesaian konflik, dan membicarakan berita-berita yang kurang baik (bad news) melalui teknologi komunikasi. Hal-hal negatif lainnya dari media massa adalah kekerasan yang seringkali dituduhkan masyarakat kepada siaran televisi, akan tetapi sebenarnya televisi hanya salah satu penyebab dari kekerasan dan bukan satu-satunya penyebab, seperti kemukakan Sherly Biagy,(1995) “several sub sequent studies have suggested that TV violence causes aggression among children. Researchers caution, however, that TV violence is not the cause of aggressiveness, but a cause of aggressiveness”
Selain dampak negatif tentu saja banyak hal-hal yang positif yang dapat dipetik dari perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, dengan perubahan institusi seperti perubahan lembaga-lembaga pendidikan, munculnya system pendidikan Jarak Jauh atau terbuka, seperti Universitas Terbuka, SMP Terbuka, Open University di London, India, Pakistan dan lain-lain.
Dalam bidang ekonomi dan perdagangangan, ditandai dengan munculnya e- Banking, e-comers, e-money, dan resesvasi tiket pesawat dan hotel melalui internet. Dibidang kesehatan munculnya e-medicin dan yang tak kalah pentingnya adalah sistem kependudukan di mana diharapakan setiap KTP atau IC harus memiliki chips, seperti di negara tatangga, pendataan kependudukan sudah computerize dan dapat diakses melalui internet sehingga perpindahan penduduk dapat dilacak dan diketahui dengan mudah. Dengan demikian masalah daftar pemilih tetap dalam Pemilu dapat diatasi dengan mudah dan dengan data kependudukan yang akurat.
Wujud sistem komunikasi yang dihasilkan oleh kemajuan teknologi menurut Bell (1979) :
Pertama, jaringan pengelolaan data yang memungkinkan orang berbelanja cukup dengan menekan tombol-tombol komputer di rumah masing-masing, pesanan akan dikirimkan langsung ke rumah.
Kedua, bank informasi dan sistem penyelusuran yang memungkinkan pemakainya menelusuri informasi yang diperlukan serta memperoleh copy cetaknya dalam waktu cepat.
Ketiga, sistem teleks yang menyediakan informasi mengenai segala rupa kebutuhan, seperti cuaca, informasi finansial, iklan terklasifikasi, katalog segala macam produk lewat layar televisi di rumah masing-masing.
Keempat, sistem faksimili yang memungkinkan pengiriman dokumen secara electronik.
Kelima, jaringan komputer interaktif yang memungkinkan pihak-pihak yang berkomunikasi mendiskusikan informasi melalui komputer.
Dengan semakin berkembangnya pekerjaan di bidang informasi dan semakin banyaknya sarana komunikasi, menurut F. Latham ( dalam Toffler, 1992) maka jumlah orang yang dapat bekerja di rumah atau di pusat-pusat kerja setempat juga semakin banyak. Hal tersebut disebabkan berbagai kekuatan yang ampuh sedang bertemu membentuk suatu kekuatan yang hebat untuk menciptakan “pondok elektronik”. Indikasinya adalah pergantian yang menguntungkan antara transportasi dengan telekomunikasi.
4). Ciri-ciri Masyarakat Informasi
Setelah melihat uraian tentang perkembangan ICT dan globalisasi sampailah kita kepada ciri-ciri masyarakat informasi. Diantara ciri-cirinya adalah :
a. Masyarakat yang terkena exposure (terpaan) media massa dan komunikasi global.
b. Masyarakat yang sadar akan informasi dan mendapatkan informasi secara cukup.
c. Menjadikan informasi sebagai komoditas bernilai ekonomis.
d. Berhubungan dengan masyarakat lain dalam sistem masyarakat global.
e. Mengakses informasi super highway (berkecepan tinggi)
Masyarakat informasi masyarakat akan menjadi :
i) terbuka, diiringi dengan sikap kritis dan tidak apriori,
ii) demokratis, dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, dan masyarakat informasi lebih demokratis dibandingkan masyarakat industri.
iii) disentralisasi, kekuasaan berbagi, adanya otonomi daerah,
iv) bidang pekerjaan dari manufacture ke jasa, ciri pekerjaan berbasis ilmu pengetahuan, otomasi, pemecahaan masalah dan innovasi (lihat Masuda),
v) ketergantungan kepada ICT, komputer merupakan teman sejawat demokrasi yang paling penting sejak ditemukannya kotak suara (Toffler, 1992)
Globalisasi mempengaruhi paradigma kehidupan dan pola kehidupan masyarakat informasi (life styles), terjadi jabatan-jabatan tertentu yang hilang tetapi banyak juga jabatan baru yang muncul (changing creers), demikian juga banyak peraturan yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya tentang cyber crime, transaksi electronik yang memerlukan undang-undang dan peraturan yang baru (changing regulators)
5. Prinsip Islam dalam penciptaan dan penyebaran information
Sardar mengemukakan thesisnya tentang konsep Islam dalam penciptaan dan penyebaran informasi dalam bukunya Information and Muslim World : A Strategy for 21’st Century, (1998), sebagai berikut :
a. Tauhid, kemerdekaan dalam informasi adalah criteria ethical pertama dan umat Islam tidak dalam kedudukan terpaksa tunduk kepada kekuatan luar, apakah itu Neo Lib, Konglomerasi, MNC, atau negara Super Power selain tunduk kepada kekuatan Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT.
b. Ilm, informasi diupayakan dalam kerangka ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan masyarakat.
c. Hikmah, (kebijaksanaan), informasi harus merefleksikan karakteristik tertinggi Sang Maha Pencipta, dengan memandang sesuatu peradaban Muslim yang dinamis dan berkembang dengan kecakapan dan ketajaman serta kecermatan pikiran.
d. Adl, penciptaan dan penyebaran informasi harus diarahkan untuk memajukan keadilan. Informasi harus diupayakan melalui cara-cara yang adil dan didistribusikan secara adil pula.
e. Ijma’ dan Syura (Konsensus dan musyawarah), Sebelum masayarakat diajak bermusyawarah, mereka sudah harus menerima informasi secara merata dan relevan. Konsesus hanya bisa dicapai apabila semua fakta tentang sebuah kebijakan tertentu sudah mereka ketahui, artinya tidak hanya diketahui oleh segelintir orang, atau elit organisasi atau politik.
f. Istishlah (Kepentingan Umum), semua informasi yang diciptakan dan didistribusikan adalah untuk kepentingan umum (kemaslahatan masyarakat)
g. Ummah (Muslim sejagat), Informasi seyogiyanya di samping kepentingan umum secara lokal adalah untuk kepentingan Ummat Islam se dunia (masyarakat Islam global)
Kesimpulan
Perkembangan ICT telah menciptakan masyarakat informasi (information society) dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Ketergantungan kepada teknologi adalah suatu keniscayaan yang pada dasarnya mempermudah kehidupan manusia, karena bertambah modern seseorang atau masyarakat akan sangat tergantung kepada teknologi. Prinsip Islam sebagai pegangan umat dalam menghadapi segala kemungkinan di era globalisasi ini adalah dengan berpegang kepada prinsip dasar yaitu Tauhid, bahwa ketundukan seseorang tidak boleh terjadi kecuali kepada Tuhan Allah Swt. Kendatipun umat Islam berada dalam posisi di bawah tekanan langsung atau tak langsung dari negara-negara maju dan Super Power dibidang ekonomi, politik, militer dan lain-lain. Wallahu a’lam bissawab.
Kepustakaan
1. Alvin Toffler, Gelombang Ketiga, PT Pantja Simpati, Jakarta, 1992
2. Joseph Straubhar & Robert La Rose, Media Now, Communication Media in the Information Age, Wadsworth, USA, 2000.
3. Shiley Biagy, Media Impact An Introduction to Mass Media, Third Edition, Wadsworth Publishing Company, Belmont, California, 1995.
4. Zulkarimen Nasution, Perkembangan Teknologi Komunikasi, Universitas Terbuka, Jakarta, 2005.
5. Ziauddin Sardar, Information and Muslim World : A Strategy for 21’st Century, Mizan, Bandung, 1998
*) Drs. H. Zamris Habib, M.Si, adalah alumnus Magister Manajemen Komunikasi Universitas Indonesia, sekarang Dosen tetap pada FAI Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Tentang Drs. Zamris Habib, M.Si

Drs. Zamris Habib, M.Si, saat ini mengajar Ilmu Komunikasi, Media dan Teknologi Pendidikan pada UIN (Universitas Islam Negeri) Syarif Hidayatullah Jakarta dan UMJ (Universitas Muhammadiyah Jakarta) sejak tahun 1995. Dari tahun 1977 bekerja di Pustekkom (Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi) Departemen Pendidkan Nasional sampai pensiun pada awal tahun 2006. Selama di Pustekkom pernah menjabat Kabid Analisa dan Evaluasi (1998), dan Kabid Pengembangan Model Pembelajaran (2001) Sebelumnya pada tahun 1992 pernah menjabat koordinator Program Siaran Radio Pendidikan (SRP) untuk penataran guru SD dan program SRP untuk penyetaraan D2 guru SD. Pria yang lahir 8 Januari 1950 di Situjuh Payakumbuh adalah lulusan program Magister Manajemen Komunikasi Universitas Indonesia ini beberapa kali mengikuti training di bidang pendidikan jarak jauh/terbuka dan komunikasi di University Western of Australia Perth, University of Technology Sidney, Warner Bros (WB) Film Production di Gold Coast Australia; training tetang technology applications for education di Innotec Center, Manila Philipina, dan NHK Studio, Ashahi Shimbun, University of Tokyo, Jepang. Aktif mengikuti seminar nasional/internasional teknologi pendidikan, distance/open education, e-learning, dll. Sewaktu mahasiswa menulis di berbagai media, terakhir redaksi Jurnal TEKNODIK dan Buletin FORUM KOMUNIKASI Pustekkom sd. 2005. Anak Minang yang bergelar Datuk Paduko Rajo ini mempunyai motto hidupnya “Bahwa dibalik kesulitan itu terdapat kemudahan, dan dibalik kesulitan yang sama terdapat kemudahan2 yang lain, dan setelah selesai mengerjakan sesuatu maka mulai mengerjakan yang lain serta Kepada Allah selalu berharap”. Motto ini terinspirasi dari Al Qur’an surat Al Insyirah. Pria yang hoby membaca buku-buku filsafat, politik, pendidikan, komunikasi dan agama ini beristerikan Lely dan telah mempunyai 4 orang anak (Liza, Alfi, Putri dan Ganto), sekarang kakek yang sudah mempunyai tiga orang cucu (Zidan,Virza dan Najwa) ini tinggal di Perumahan Depdiknas Blok A No 5, Cipayung Ciputat Tangerang, selain mengisi waktu dengan mengajar dan membaca juga disibukan dengan momong tiga orang cucu yang sedang lucu2nya


Top