Bank Informasi

Twitter dan facebook

Buku tamu

Recently Commented

Recently Added

share samping

Video

MOST RECENT

Yahoo chat

Album

Blog Archive

    • Latest Stories

      What is new?

    • Comments

      What They says?

Iman yang turun naik

Oleh H.Zamris Habib
Sebenarnya Allah selalu berbicara kepada makhluknya melalui sign atau ayat Nya terutama kepada manusia yg telah diangkatnya sebagai Khalifah (wakil) di bumi persada ini.
Tetapi apakah manusia dapat selalu menangkap signal2/ayat2 Tuhan ?
Inilah yg menjadi pertanyaan mendasar dalam memformulasikan tingkat ketaqwaan manusia kepada Khaliknya. Kalau saja manusia selalu dan bisa menangkap signal tsb. maka ……itu suatu hidayah, akan tetapi banyak di antara hambanya yg belum bisa menangkap signal/ayat tsb., sehingga tidak tahu mau kemana arah hidup ini dan bahkan tidak tahu apa arti hidup ini.
Kenapa demikian ?
Hal ini karena gelombang dan frequensinya tidak tune in dengan frequensi dan gelombang Sang Khalik, mungkin disebabkan karena antena yg dipakai tidak diarahkan kepada sumber atau mungkin karena antene nya sudah karatan, sehingga sulit sekali menangkap signal tsb.
Suatu kewajiban bagi manusia agar selalu merawat antenenya dan mengarahkannya kepada sumber yg Haq agar selalu tune in.
Rasulullah mengatakan bahwa iman hambanya berfluktuatif, naik dan terkadang turun (yazid dan yanqus).Istiqomah dalam mememelihara gelombang kita agar sama adalah dengan berzikir di samping ibadah yg wajib, zikir bukan hanya menyebut bacaan tertentu tetapi melaksanakan shalat tahajud, shalat dhuha, membaca, berdiskusi, bermuamalah dg mau’izah hasanah akan mengikis karat2 antene kita. Betulkah, wallahu a’lam bisshawab

Tentang Drs. Zamris Habib, M.Si

Drs. Zamris Habib, M.Si, saat ini mengajar Ilmu Komunikasi, Media dan Teknologi Pendidikan pada UIN (Universitas Islam Negeri) Syarif Hidayatullah Jakarta dan UMJ (Universitas Muhammadiyah Jakarta) sejak tahun 1995. Dari tahun 1977 bekerja di Pustekkom (Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi) Departemen Pendidkan Nasional sampai pensiun pada awal tahun 2006. Selama di Pustekkom pernah menjabat Kabid Analisa dan Evaluasi (1998), dan Kabid Pengembangan Model Pembelajaran (2001) Sebelumnya pada tahun 1992 pernah menjabat koordinator Program Siaran Radio Pendidikan (SRP) untuk penataran guru SD dan program SRP untuk penyetaraan D2 guru SD. Pria yang lahir 8 Januari 1950 di Situjuh Payakumbuh adalah lulusan program Magister Manajemen Komunikasi Universitas Indonesia ini beberapa kali mengikuti training di bidang pendidikan jarak jauh/terbuka dan komunikasi di University Western of Australia Perth, University of Technology Sidney, Warner Bros (WB) Film Production di Gold Coast Australia; training tetang technology applications for education di Innotec Center, Manila Philipina, dan NHK Studio, Ashahi Shimbun, University of Tokyo, Jepang. Aktif mengikuti seminar nasional/internasional teknologi pendidikan, distance/open education, e-learning, dll. Sewaktu mahasiswa menulis di berbagai media, terakhir redaksi Jurnal TEKNODIK dan Buletin FORUM KOMUNIKASI Pustekkom sd. 2005. Anak Minang yang bergelar Datuk Paduko Rajo ini mempunyai motto hidupnya “Bahwa dibalik kesulitan itu terdapat kemudahan, dan dibalik kesulitan yang sama terdapat kemudahan2 yang lain, dan setelah selesai mengerjakan sesuatu maka mulai mengerjakan yang lain serta Kepada Allah selalu berharap”. Motto ini terinspirasi dari Al Qur’an surat Al Insyirah. Pria yang hoby membaca buku-buku filsafat, politik, pendidikan, komunikasi dan agama ini beristerikan Lely dan telah mempunyai 4 orang anak (Liza, Alfi, Putri dan Ganto), sekarang kakek yang sudah mempunyai tiga orang cucu (Zidan,Virza dan Najwa) ini tinggal di Perumahan Depdiknas Blok A No 5, Cipayung Ciputat Tangerang, selain mengisi waktu dengan mengajar dan membaca juga disibukan dengan momong tiga orang cucu yang sedang lucu2nya


Top